Cara menghilangkan kudis yang terus menerus menjalar dikulit kita

Scabies atau dikenal juga dengan nama kudis adalah penyakit kulit akibat tungau bernama Sarcoptes scabiei. Serangga berkaki delapan ini berukuran sangat kecil sehingga sehingga kita sangat kesulitan untuk sekedar melihatnya. Dari permukaan kulit, tungau masuk ke lapisan dalam kulit untuk bertelur, hidup, dan makan. Penyakit kulit yang satu ini terdiri atas dua jenis, yaitu scabies biasa dan Norwegian scabies atau scabies berkrusta. Orang dengan scabies berkrusta bisa memiliki hingga seribu tungau di kulit. Padahal, orang yang terkena kudis umumnya hanya memiliki 15 sampai 20 tungau di kulitnya. kondisi tersebut dapat menyebabkan kulit terasa sangat gatal di area yang terinfeksi sebagai reaksi alergi. Di malam hari, rasa gatal tersebut dapat menigkat dikarenakan tungau yang sangat kecil itu bahkan bisa berada di dalam kulit sampai dua bulan, sehingga dapat menjadi alasan mengapa sedikit sulit untuk sekedar mencari cara menghilangkan kudis tersebut. Scabies atau kudis dianggap sebagai penyakit menular yang dapat menyebar begitu cepat melalui kontak fisik yang dekat dalam keluarga, play group anak, kelas sekolah, panti jompo, atau penjara. Scabies atau skabies adalah penyakit yang sangat umum terjadi dalam masyarakat. American Academy of Dermatology melaporkan bahwa ada jutaan orang yang terkena penyakit ini di seluruh dunia setiap tahunnya. Kudis dapat menyerang semua orang dari berbagai usia, ras, tingkat sosial, dan situasi hidupnya. Bahkan, seseorang yang sudah sangat memperhatikan kebersihan baik pada dirinya ataupun lingkungan, masih juga dapat dikatakan rentan mengalami penyakit kulit yang satu ini. “dilansir dari laman Alodokter” alangkah baiknya kita ketahui penyebab dari penyakit tersebut, agar kelak tidak susah-susah mencari berbagai cara menghilangkan kudis pada sipenderita. Baik kita sendiri mapun keluarga. Terdapat dua cara penyakit yang satu ini dapat menular. Kontak langsung dan tidak langsung. Kontak langsung semisalnya ketika berpelukan, atau berhubungan seksual, bahkan berjabatan tangan. Secara tidak langsung dapat kita ketahui seperti penggunaan pakaian atau tempat tidur dengan orang sipenderita tersebut. adapun resiko tinggi yang dapat menular seperti ketika anak tinggal diasrama, kekebalan tubuh yang lemah, melakukan perawatan dirumah sakit. Serta orang dewasa yang aktif melakukan hubungan seksual.

Dilansir dari laman Halodoc” Tungau ini menggali ke dalam kulit dan menyebabkan orang yang terinfeksi mengalami peradangan dengan ciri kulit memerah dan gatal. Gangguan kulit ini tidak akan sembuh tanpa perawatan dan sifatnya menular. Dikarenakan telur mudah sekali menetas bahkan berpindah-pindah pada bagian kulit lainnya sehingga dapat kembali memulai siklus. Eits, tidak perlu khawatir. Berikut beberapa cara menghilangkan kudis dengan memanfaatkan berbagai bahan alami yang mudah untuk kita temukan. Seperti:

  • Daun Mimba
  • Daun mimba banyak digunakan sebagai bahan krim dan salep. Daun ini memiliki sifat antianalgesik, antibakteri, dan antiinflamasi. Daun ini dinilai efektif untuk mengobati kudis karena bisa membunuh tungau. Studi yang dilakukan masih sebatas pengujian pada hewan, sehingga perlu dilakukan studi lanjutan tentang kemampuan daun mimba untuk pengujian langsung pada manusia.
  • Cabai Rawit
  • Cabai rawit dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan gatal akibat dari kudis. Beberapa orang percaya bahan ini membunuh tungau yang menyebabkan gangguan kudis yang mengganggu. 
  • Larutan Boneset
  • Eupatorium adenophorum adalah ramuan yang banyak ditemukan di kawasan Amerika Tengah dan Latin dengan distribusi di daerah tropis dan sedang lainnya. Ekstrak ini digunakan secara tradisional di seluruh Vietnam selama bertahun-tahun untuk mengatasi infeksi pada kulit.
  • Minyak Pohon Teh
  • Minyak pohon teh atau Melaleuca Alternifolia digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi memar, gigitan serangga, dan infeksi pada kulit. Bahan ini efektif untuk menghilangkan ruam dan mengurangi rasa gatal karena kudis. 
  • Lidah Buaya
  • Lidah buaya terkenal karena efeknya yang mendinginkan kulit terbakar dan gangguan kulit lainnya. Bahan ini dianggap aman untuk digunakan dengan efek samping yang minimal dan memiliki kemampuan untuk mengobati kudis sama efektifnya dengan obat benzyl benzoate.
  • Kunyit
  • Kunyit dinilai mampu mengatasi kudis, banyak orang percaya bahwa rempah satu ini ampuh dalam mengurangi gejalanya. Namun, mengobati gejala belum memastikan bahwa kudis akan berhenti tumbuh dan kamu dinyatakan sembuh, sehingga masih diperlukan pengobatan lainnya.
  • Minyak Cengkeh
  • Studi tunggal yang dilakukan oleh Cielo Pasay, dkk. dengan judul Acaricidal Activity of Eugenol Based Compounds against Scabies Mites tahun 2010 menunjukkan minyak cengkeh efektif dalam mengobati kudis pada sekelompok kelinci. Masih diperlukan studi lain untuk menguatkan pernyataan Cielo tentang efektivitas minyak ini untuk mengatasi kudis, terlebih pengujiannya pada manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *