Ini adalah serangkaian ritual sebelum Nyepi dibawa ke Bromo

Gambar terkait

Persiapan sebelum Nyepi terlihat di Bromo, Probolinggo. Serangkaian ritual tradisional dimulai sebelum Hari Nyepi.

Dengan diperkenalkannya Permainan Catur Saka Brata Nyepis pada tahun 1941, Suku Tengger, Kabupaten Sukapura, Provinsi Probolinggo, melakukan sejumlah persiapan atau ritual tradisional.

Untuk pembersihan di sejumlah tempat ibadah, salah satunya adalah di Pure Luhur Poten, yang terletak di padang pasir, Kaldera, Gunung Bromo.

Selain upacara Melasti, yang berlangsung pada hari Minggu (03/03) di sumber Widodaren di Gunung Bromo. Upacara Melasti adalah ritual pemurnian untuk menyambut Nyepi. Pembersihan juga dilakukan pada memorabilia, penduduk suku Tengger.

Tujuan dari ritual Melasti adalah agar suku Hindu Tengger lebih khusyuk dan kidmat ketika melakukan Catur Brata Nyepi pada hari Kamis, 7 Maret.

Kepala sub-distrik Sukapura, Yulius Christian, mengungkapkan bahwa selain upacara Melasti, seri kesukuan tradisional Tengger Nyepi juga didahului, salah satunya adalah Tawur Agung / Kesanga, yang berlangsung pada Rabu (06/03) pelaksanaan Nyepi.

Menurut Yawius, Tawur Agung dimulai pada sore hingga malam hari. Tawur Agung sendiri adalah upacara Butha-Yad yang dibuat untuk kepentingan alam. Dan itu memiliki arti memecahkan sifat-sifat serakah yang melekat dalam diri manusia.

“Ketika Tawur Agung berlangsung di desa Sukapura di desa Sapi Kerep Mas, akan ada upacara Butha Yad nanti untuk parade dan membakar Ogoh-Ogoh di desa,” kata Yulius, Senin (03/03/19). .

Sebagai informasi, implementasi Catur Brata Nyepi akan dimulai pada hari Kamis, 7-8 Maret 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *