Apakah Nissan Livina juga akan menjadi armada taksi?

Hasil gambar untuk nissan livina

Terlepas dari aliansi, Nissan dan Mitsubishi memastikan bahwa merek-merek ini memiliki strategi pasar yang berbeda. Salah satunya adalah Nissan, yang tidak menutup kemungkinan bahwa Livina akan menjadi armada taksi. Berbeda dengan Mitsubishi, yang terang-terangan menolak.

Namun, ini tidak bisa dikatakan dengan jelas karena permintaan belum ada. Sebagai direktur komunikasi produk Nissan Motor Indonesia (NMI), Hana Maharani, mencatat, Senin (4/4/2019) di Tangerang.

“Pada dasarnya tidak apa-apa, yang membeli mobil praktis mungkin, tetapi jika armada menyukai taksi, tidak ada rencana dan itu berbicara di sana,” katanya.

“Sejauh ini tidak ada yang memasukkan sesuatu (permintaan dari perusahaan taksi),” lanjut Hana.

Jika ada perusahaan serupa yang ingin membawa saudara kembar Xpander, NMI akan mempertimbangkan berbagai pertimbangan.

“Jika ada masalah, kita akan memeriksa dan membahasnya terlebih dahulu, tapi tidak apa-apa jika seseorang membelinya,” kata Hana.

Saat ini, mobil MPV sering terlihat oleh perusahaan yang berbeda, salah satunya beroperasi dalam lalu lintas seperti taksi. Saat ini ada juga beberapa perusahaan taksi yang menggunakan MPV rendah sebagai armada mereka.

Sebut saja Toyota Avanza (Transmover), Honda Mobilio dan Wuling Confero. Selain itu, Mitsubishi Xpander baru saja menjadi mitra Garuda Indonesia sebagai pemasok kendaraan karyawan.

Pernyataan kami tidak akan masuk ke bisnis taksi sekarang. Saya tidak tahu di masa depan. Sejauh ini, kami mempertahankan prioritas untuk ritel, dan kedua armada non-taksi banyak yang kami belum puas. Kami akan melakukannya dulu, “kata pemimpin grup penjualan dan pemasaran MMCMI, Imam Choeru Cahya di Tangerang beberapa waktu lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *